-->

Follow Daily Trip

Gunung Abang Bali, Perjuangan Pendakian Yang Berbuah Manis



Gunung Abang Bali
Gunung Abang Bali

Gunung Abang Bali, merupakan salah satu gunung yang ada di Bali yang lumayan cocok bagi para pendaki pemula, disamping Gunung Batur yang menjadi favorit para pendaki di Bali. Pemandangannya yang indah, jalur pendakiannya yang tidak terlalu sulit, ketinggian gunung yang lumayan, serta keadaan alam yang masih asri dengan sunrice yang indah dan rerimbunan pohon yang menjulang tingggi, menjadikan gunung abang sebagai tempat pendakian yang lumayan banyak dikunjungi oleh para pendaki.

 

Lokasi Gunung Abang

 
Gunung Abang Bali terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Bila kamu berangkat dari Denpasar, kamu hanya memerlukan waktu sekitar 2 jam. Perjalanan yang tidak terlau jauh untuk mecapai objek pendakian. Maka kamu tidak perlu kawatir mememilih kendaraan untuk kesana, karena dengan sepeda motor kamu tidak akan lehah diperjalanan.

 

Gunung Abang memiliki ketinggian 2152 mdpl, dan merupakan puncak tertinggi ketiga setelah 2 gunung yang berbeda kabupaten, yaitu Gunung Agung di Kabupaten Karangasem dan Gunung Batukaru di Kabupaten Tabanan. Posisi Gunung Abang ini berbaris dengan 2 gunung, yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung, dan Gunung Abang lah yang ada di tengah. Gunung Abang juga seperti menjadi gapura dengan Gunung Batur, yang mengapit danau teraesar di Bali, yaitu Danau Batur.

 

Gunung Abang Bali
 
Saat kamu berada di puncak Gunung Abang, kamu dapat melihat ke sekeliling Gunung Abang yang dipenuhi dengan pemandanan yang indah. Di sisi timur terlihat keagungan Gunug Agung dengan pemandangan sunrice yang membuat kamu ingin segera mengaplodnya ke Instagram. Di sisi barat kamu dapat memandang indahnya Gunung Batur yang dikelilingin danaunya. Dan kamu juga akan merasa di sebuah negri di atas awan. Hal itu karena jika kamu beruntung, kamu akan menyaksikan kumpulan kabut yang menyelimuti permukaan di bawahnya.

 

 

Jalur Pendakian Gunung Abang

Gunung Abang bali
 
Pemandangan di atas memang indah sih, tapi kamu harus berjuang terbih dahulu. Jalur pendakiannya loh yang lumayan menanatang. Jika kamu gak siap, mungkin kamu gak bakal bisa sampai ke puncak. Ada 3 pos di trek pendakiannya, setiap pos memiliki sebuah pelinggih atau pura, jadi kamu tidak boleh sembarangan bersikap. Dan setiap pos levelnya berbeda.

Level 1

Level satu ini adalah trek untuk sampai di pos pertama. Trek yang pertama ini termasuk mudah, Karna jalurnya yang memang bisa dibilang masih datar dan sedikit tanjakan dan turunan. Tapi gak semudah itu, tanahnya yang berpasir bisa buat kamu terpeleset jika kamu tidak waspada. Karna pasir membuat jalur menjadi licin.

Level 2

Nah setelah pos pertama, baru kamu mulai merasakan yang namanya mendaki. Dari pos 1 ke pos 2 ini treknya mulai terjal. Jika kamu salah melangkah, resikonya tergelincir. Jalurnya yang perpasir dan tanah liat, serta terdapat pohon tumbang, membuat jalurnya pantas disebut level kedua. Tapi setelah sampai di pos 2 kamu dapat melihat pemandangan indah dari danau dan gunung batur. Jika kamu ingin mendirikan tenda, pos 2 bisa menjadi tempat yang cocok.

Level 3

Setelah pos 2, mungkin kamu akan berifikir untuk tidak melanjutkan pendakian. Di level ketiga ini, adalah trek terakhir untuk mencapai puncak. Untuk sampai di puncak, jalurnya akan jauh lebih terjal dan sulit daripada pos 1 dan 2.  Jalurnya akan lebih menajak ditambah trek yang licin dan berpasir, juga akan menjumpai pohon tumbang juga. Meski jaraknya yang sudah dekat ke puncak, tapi karna treknya yang terjal, akan terasa lebih lama, disbanding pos 1 dan 2.

 

Setelah  melewati semua level tersebut, barulah perjunganmu terbayarkan. Jika kamu beruntung dan mendaki dengan cuaca yang pas, kamu mungkin akan mendapatkan pemandangan yang disebutkan tadi.

 

Nah  itulah tadi bagaimana pendakian di Gunung Abang. Apakah kamu yakin untuk mendaki disana ? harusnya yakin dong. Walau dibilang bagus untuk pemula, tapi perlu menyiapkan diri untuk mendaki gunung ini. Namun perlu diingat, jika kamu mendaki di Gunung Abang, kamu harus berkalu baik, jika perlu berdoalah di setiap pura atau pelinggih yang ada disana bagi yang beragama Hindu, dan yang non Hindu bisa menyesuaikan. Maka dijamin pendakianmu akan lancara tampa kendala yang berarti.
 
LihatTutupKomentar